Klausa Dalam Bahasa Indonesia (Pengertian, Ciri, dan Contohnya)

Klausa Dalam Bahasa Indonesia (Pengertian, Ciri, dan Contohnya) – Kali ini saya akan menjelasakan tentang pengertian klausa, ciri ciri dan contohnya. Kata ini termasuk ke dalam kata Bahasa Indonesia yang artinya sekumpulan kata yang tersusun dari subjek dan predikat. Selain itu terkdang juga ditambahkan dengan objek, keterangan dan juga pelengkap. Jenis kata ini memiliki kesamaan dengan frasa. Namun tidak dapat dijadikan sebgai sebuah kailma keran tidak memiliki intonasi akhir. Ciri cirinya ialah mempunyai satu predikat saja, tidak mempuntai intonasi dibagian akhir karena jika dibagian akhir diberikan intonasi akhir akan menjadi sebuah kalimat, termasuk kalimat plural. Ciri ciri inilah yang membedakannya dengan kalimat dan jga frasa Bahasa Indonesia.

Klausa Dalam Bahasa Indonesia (Pengertian, Ciri, dan Contohnya)

Selanjutnya adapula beberapa jenis klausa dengan pengertian dan contoh yang berbeda beda. Perbedaan ini didasari oleh unsur ppredikat, struktur serta fungsinya. Jenis yang pertama dibedakan menurut strukturnya. Macam yang pertama ialah bebas yang dapat dikadikan sebagai kalimat karena susunannya berupa subjek dan predikat. Jenis ini dapat disebut sebagai induk kalimat. Didalamnya tidak mengandung konjungsi. Misalnya ibu mencuci, adik menggambar, Sandra sangat imut. Jenis selanjutnya ialah terikat yang tidak dapat dijadikan sebagai kalimat karena susunannya tidak lengkap. Jenis ini dapat disebut sebagai anak kalimat. Jenis ini menggunakan konjungsi. Misalna agar Tania sembuh.

Jenis jenis klausa juga dapat dibagi berdasarjab unsur predikatnya. Jenis jenisnya yaitu verbal, nominal, adjektiva, adverbial dan preposisional. Verbal ialah sebuah kata yang disusun oleh predikat yang bersifat sebagai kata kerja. Verbal ini masif dapat dibagi menjadi dua yaitu intransitif dan transitif. Untuk transitif yakni jenis kata yang oredikatnya membutuhkan objek. Sedangkan intransitif memiliki unsur predikat yang tidak membutuhkan objek. Misalnya kucing berlari, ayam berkokok, Nadya menyapu, dan sebagainya. Kemudian ada noinal yang memiliki unsur predikat sebagai kata benda. Misalnya ibunya seorang Dokter, Ibu Harjo dulu seorang lurah, mereka siswi SMP.

Selanjutnya adapula jenis klausa adjektival yang mengandung unsur subjek dan oredikan. Kedua unsur ini wajib harus ada didalamnya. Untuk unsur predikatnya memiliki kedudukan sebagai kata suasana. Jadi kata ini memiliki bentuk susunan subjek sebagai nomina dan predikatnya sebagai adjektif. Misalnya anak itu rajin sekali, harga celana itu sangat murah, hawa singan ini panas sekali. Selanjutnya adapula preposisional yang predikatnya mengandug frasa preposisional atau kata depan. Misalnya ayah ke kantor setiap hari, ayah dan ibu dari desa.

You may also like