Tekstil dari Berbagai Daerah di Indonesia  

Keragaman dalam bentuk tekstil Indonesia sangat mencengangkan dan merupakan representasi grosir batik jogja lain dari warisan budaya yang kaya. Tekstil Indonesia termasuk kerajinan tangan dan batik cap, disainnya membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk membuat; tenunan ikat ganda dari pulau Nusa Tenggara, kain kapal dari Lampung, kain sutera Bugis dari Sulawesi, kain prada prangko emas yang dicat emas; kain songket berkilauan dari Palembang dengan produsen baju batik di jogja menggunakan benang perak dan emas yang tertinggal dari tenunan katun atau ikat sutra; dan Tapis tenun dari Lampung.

Kain katun dibuat di banyak wilayah nusantara, mulai dari Sumatra sampai Maluku, tapi di Nusa Tenggara, bentuk seni kuno berkembang dengan sangat kuat. Songket paling banyak ditemukan di Sumatera Barat, tapi bisa dilihat di Kalimantan dan Bali. Provinsi lain menghasilkan kain tenun dari benang emas dan perak, sutra atau katun dengan desain yang rumit. Thread Emas juga digunakan dalam bordir di daerah-daerah yang lebih banyak islamics di Indonesia.

Tenunan dari 33 provinsi menggunakan berbagai bahan, metode, warna dan desain. Terutama terbentuk pada alat tenun belakang, minggu atau bulan dihabiskan untuk menciptakan desain yang rumit untuk pemakaian sehari-hari atau pemakaian seremonial. Tenunan ini terutama dikenal dengan berbagai teknik yang digunakan untuk menciptakan desain yang khas. Sue Potter menulis di expat.or.id: Setiap expat yang hadir di bazaar yang diselenggarakan oleh kelompok masyarakat akan melihat tumpukan dan tumpukan dan tabel melimpah yang ditumpuk dengan sutra dan katun katun bermotif mewah dan tenunan dari setiap bagian di Indonesia. Seiring waktu Anda mungkin merasa terbebani oleh banyaknya kuantitas dan variasi tekstil tradisional Indonesia. Ada sutra Sumatra, bersinar dan kaya dengan warna merah tua dan emas bersinar, dan ikat Sangi, dengan warna merah berkarat dan biru tua dalam corak tebal. Garis-garis pelangi warna-warni ikat ikat Timor berbeda dengan warna coklat, jeruk dan biru laut yang lebih dalam dari ikat pulau Alor, Flores dan Savu. Setiap warna bisa ditemukan di batik katun lembut Jawa – warna-warna cerah dari kain pantai utara, terutama dari Cirebon dan Pekalongan, dan coklat muda, putih dan indigos dari kain pengadilan Solo dan Yogyakarta. Ada juga batik sutra Jawa yang mulia – lembut dan apung, dengan warna dan desain yang cerah. Dari Bali ada ledakan warna dan tekstur yang sesungguhnya – baik dalam desain tradisional maupun modern.

You may also like