Contoh Teks Anekdot Dalam Proposal Peternakan

Contoh Teks Anekdot Dalam Proposal Peternakan – Kali ini saya akan membagikan contoh teks anekdot dalam proposal peternakan. Susu pasteuriasai adalah susu segar yang telah mengalami pemanasan pada suhu di bawah 100°C. Standar pasteuriasasi menggunakan suhu 62°C selama 3 menit, atau pada suhu 71°C selama 15 detik. Pemanasan tersebut bertujuan untuk mematikan bakteri –bakteri pathogen, sehingga susu ini dalam jangka waktu tertentu aman untuk dikonsumsi atau diminum tanpa harus dipanaskan lagi. Pasteuriasasi lama (LTLT = Low Temperature Long Time) dengan suhu 62°C – 65° C selama 30 menit. Pasteuriasai sekejap (HTST = High Temperature Short Time) dengan suhu 85°C – 95°C selama 1-2 menit.

Contoh Teks Anekdot Dalam Proposal Peternakan

Dalam proposal ini terdapat contoh teks anekdot yang disusun berdasarkan struktur dan ciri ciri teksnya. Tujuan pasteurisasi adalah untuk membunuh bakeri pathogen, yaitu bakteri berbahaya yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia. Untuk membunuh bakteri tertentu yaitu dengan mengatur tingginya suhu dan lamanya waktu pasteuriasasi serta untuk mengurangi populasi bakteri dalam bahan susu. Susu sebanyak 3 ml dimasukkan kedalam tabung reaksi, kemudian, ditambahkan alkohol 70 % sebanyak 3 ml. kocok pelan-pelan kemudian Amati apakah susu nya ada endapan atau gumpalan di dinding tabung. Apabila terjadi endapan pada dinding tabung, maka uji dinyatakan positif atau susu disebut pecah.

Ambil susu sebanyak 10 ml dan masukan ke dalam tabung reaksi yang telah di sterilkan, Sumbat tabung reaksi menggunakan penutup karet, Tambahkan masing-masing 0,25 ml larutan methylen blue ke dalam tabung tersebut menggunakan pipet, Homogenkan susu dengan larutan methylen blue dengan cara tabung reaksi di bolak balik. Hasil praktikum menunjukkan bahwa berat jenis yaitu sampel susu murni yaitu 1.030 dan sampel 2 (campuran air) yaitu 1.0279.. Hal tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh kadar padatan total dan padatan tanpa lemak. Inilah beberapa contoh teks anekdot yng erkandung dalam proposal.

Hal tersebut juga dipengaruhi oleh kadar lemak susu dimana semakin tinggi kadar lemak susu semakin rendah berat jenis susu ( Leondro, 2009). Air susu mempunyai berat jenis yang lebih besar daripada air. BJ air susu = 1.027-1.035 dengan rata-rata 1.031. Berat jenis harus ditetapkan 3 jam setelah air susu diperah. Penetapan lebih awal akan menunjukkan hasil BJ yang lebih kecil. Hal ini disebabkan oleh: perubahan kondisi lemak dan adanya gas yang timbul didalam air susu. Demikianlah contoh teks anekdot yang dapat saya bagikan. Terima kasih.

You may also like