Struktur Teks Anekdot Dalam Pembuatan Proposal

Struktur Teks Anekdot Dalam Pembuatan Proposal – Pada postingan kali ini saya akan menjelaskan mengenai struktur teks anekdot dalam pembuatan proposal. Semakin efisien waktu yang dibutuhkan seekor sapi perah untuk bunting kembali berpengaruh pada panjang masa laktasi yang pada akhirnya berdampak pada produksi susu yang dihasilkan dan berpengaruh pula pada efisiensi pemeliharaan sapi-sapi perah tersebut. Dalam upaya peningkatan produksi dan populasi sapi perah di PT.UPBS maka dilakukan kajian yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang performa reproduksi sapi perah yang meliputi kawin pertama setelah beranak (first mating post partus), jumlah kawin perkebuntingan (service per conception), periode kawin (service period), lama kosong (days open) dan selang beranak (calving interval).

Struktur Teks Anekdot Dalam Pembuatan Proposal

Proposal ini disusun dengan struktur teks anekdot yang berlaku dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Performa reproduksi sapi perah memiliki hubungan yang erat dengan keberhasilan usaha sapi perah. Dalam upaya peningkatan populasi sapi perah di PT.UPBS maka dilakukan kajian yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang performa reproduksi sapi perah yang meliputi kawin pertama setelah beranak (first mating post partus), jumlah kawin perkebuntingan (service per conception), periode kawin (service period), lama kosong (days open) dan selang beranak (calving interval).

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui performa reproduksi sapi perah berbagai paritas di PT. UPBS ditinjau dari kawin pertama setelah beranak (first mating post partus), jumlah kawin perkebuntingan (service per conception), periode kawin (service period), lama kosong (days open) dan selang beranak (calving interval). Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada para peternak sapi perah mengenai performa reproduksi sapi perah FH di PT. UPBS sebagai bahan pertimbangan dalam perbaikan manajemen pemeliharaan dan reproduksi. Sapi perah yang banyak dipelihara adalah sapi jenis Fries Holland (FH). Proposal ini mengandung struktur teks anekdot.

Sapi FH berasal dari provinsi Friesland Barat dan Hollandia Utara di Belanda dan diperkirakan merupakan bangsa sapi perah tertua didunia (Akoso, 2011). Adapun ciri-ciri sapi FH menurut Muljana (1982) dalam Firman (2010) dan adalah berwarna bulu hitam dan bercak putih, atau berwarna bulu coklat/ merah dengan belang putih (Brown FH), pada kaki bagian bawah (carpus) dan ekornya berwarna putih, terkadang pada dahinya terdapat belang warna putih berbentuk segitiga. Demikianlah penjelasan mengenai struktur teks anekdot dalam pembuatan proposal. Terima kasih.

You may also like