4 Alasan Mengapa Perlu Api Kecil Saat Membuat Resep Kue Kukus

4 Alasan Mengapa Perlu Api Kecil Saat Membuat Resep Kue Kukus

Untuk membuat salah satu resep kue kukus maka baiknya Anda pahami ketentuan di dalam resep tersebut. Mulai dari bahan, takarannya, proses membuat adonan, sampai proses mengukus adonan tersebut sampai matang. Kue yang dikukus memang menjadi pilihan menarik karena bisa menghasilkan kue yang legit dan terasa lembut ketika masuk ke mulut. Anda pun tidak perlu berusaha keras untuk menggigit dan mengunyahnya, maka tidak heran jika cocok untuk segala umur.

Apalagi tampilan kue yang matangnya dengan cara dikukus ini memang lebih memikat dan cenderung mewah maka cocok dijadikan sajian saat ada acara. Misalnya acara lamaran, pengajian, resepsi pernikahan, dan lain sebagainya. Dijamin akan diserbu oleh tamu undangan sehingga menunjukan kalau sajian yang Anda sediakan di meja prasmanan memang berkualitas dan disukai para tamu. Tidak menutup kemungkinan akan mendapatkan pujian sehingga Anda senang tamu pun lebih menghargai Anda dan keluarga.

Kalau bisa membuatnya sendiri maka tidak perlu memesan ke jasa katering, karena dijamin lebih murah dan bisa membuat lebih banyak. Nantinya tidak hanya bisa membuatnya untuk dihidangkan ke para tamu melainkan bisa dibagikan ke tetangga dan saudara sekaligus dimakan sendiri. Maka lebih efisien dan juga menguntungkan kalau membuat kuenya sendiri, kecuali kalau memang super sibuk dan tidak memungkinkan untuk berkutat di dapur. Seandainya memang bisa usahakan untuk membuatnya sendiri.

Alasan Kenapa Saat Mengukus Kue Perlu Api Kecil

Ketika memutuskan membuat sendiri kue kukus tersebut maka selalu gunakan api kecil ketika mematangkan adonan. Cara membuat kue kukus memang wajib memperhatikan pengaturan api kompor, karena ada beberapa alasan berikut:

1. Agar Semua Adonan Matang Sempurna

Api kompor yang sengaja diatur tetap kecil saat mengukus adonan kue akan memastikan adonan tersebut matang sempurna. Apalagi kalau Anda menggunakan loyang kue kukus yang lebar dan berbentuk persegi, tentunya ada kemungkinan matang di tepi namun mentah di tengah maka apinya harus kecil.

2. Menghindari Kemungkinan Kue Gosong

Ketika memaksa kompor menyala terlalu tinggi saat mengukus adonan kue maka air di dalam kukusan akan lekas kering. Apa akibatnya? Tentunya akan membuat kukusan tersebut mudah terbakar dan adonan kue yang dimasak di dalamnya tidak matang sempurna. Bisa malah beraroma sangit dan gosong sehingga di beberapa bagian pada akhirnya akan kering dan kehitaman, kalau dimakan maka rasanya akan pahit.

3. Menjadikan Kue Mengembang Sempurna

Api yang sengaja dibuat kecil saat mengukus kue nantinya juga membantu proses pengembangan adonan. Kue yang dikukus akan membutuhkan suhu yang tepat agar bahan di dalam adonan mampu mengembang dengan baik. Meskipun Anda tidak menambahkan pengembang instan sejenis baking powder maupun teman sejawatnya. Asalkan apinya selalu kecil sejak adonan dimasukkan sampai nanti diangkat maka dijamin kue Anda mengembang dengan baik dan terlihat cantik.

4. Mengurangi Resiko Uap Air Jatuh Ke Adonan Kue

Penggunaan kompor yang apinya diatur agar kecil juga membantu menghasilkan kue kukus yang rasanya enak dan teksturnya pas. Sebab selama proses mengukus kadang kala uap air yang dihasilkan akan masuk ke dalam adonan di dalam loyang. Meskipun ditutup serbet kalau apinya terlalu besar maka uap air ini merembes dan masuk ke adonan. Hasilnya resep kue kukus yang dibuat menjadi bantat dan mentah, selain apinya harus kecil jangan lupa memakai BlueBand saat membuat adonan agar kue Anda semakin enak.

Baca Juga : Bahan Yang Sering Digunakan Dalam Resep Kue Kukus

You may also like