Contoh Penggunaan Frasa Dalam Proposal Peternakan

Contoh Penggunaan Frasa Dalam Proposal Peternakan – Dalam pelajaran bahasa Indonesia terdapat materi mengenai frasa. Kali ini saya akan memberikan contoh penggunaan frasa dalam proposal peternakan. Hal ini bisa terjadi baik secara unilateral maupun bilateral. Sedangkan cacat kongenital yang terjadi pada saluran reproduksinya antara lain nodula pada tuba falopi, uterus unikornus (pengecilan koruna uteri), saluran serviks ganda, kista vagina, freemartin (abnormalitas kembar jantan dan betina) dan atresia vulva (pengecilan vulva) dapat terjadi baik pada hewan jantan maupun betina. Hermadi (2015) mengungkapkan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan kesuburan atau kemajiran pada ternak adalah ketidakseimbangan hormon reproduksi. Hormon reproduksi adalah hormon yang mempunyai sasaran akhir pada alat reproduksi dan dapat terjadi pada setiap periode dari satu siklus reproduksi.

Contoh Penggunaan Frasa Dalam Proposal Peternakan

Dalam proposal ini terdapat penggunaan frasa yang telah saya sajikan untuk anda. Gangguan reproduksi dapat terjadi karena pelepasan hormon reproduksi dibawah kadar normal atau diatas kadar normal. Gangguan reproduksi juga dapat terjadi oleh tidak normalnya kadar satu hormon atau lebih dari satu hormon reproduksi. Beberapa hormon yang memegang peranan penting yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisa anterior (FSH, LH, dan LTH) dan ovarium (estrogen dan progesterone). Kadar hormone Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteunizing Hormone (LH) yang rendah dalam darah menyebabkan terjadinya hipofungsi ovarium, yaitu ovarium yang permukaan licin karena tidak terjadinya pertumbuhan folikel maupun korpus luteum.

Hipofungsi ovarium merupakan kondisi patologik karena gangguan sekresi hormon FSH dan LH, sehingga konsentrasi FSH dan LH tidak seimbang. Ukuran ovarium normal namun permukaannya licin, karena tidak terjadi pertumbuhan folikel. Menurut Pemanyun (2010) pada keadaan hipofungsi ovarium nampak normal namun permukaannya licin sewaktu dipalpasi per rektal. Apabila kondisi tubuh ternak dan kekurangan pakan berjalan dalam waktu lama, maka hipofungsi ovarium akan berubah menjadi atropi ovarium. Inilah penggunaan frasa dalam proposal peternakan.

Atropi ovarium adalah ovarium yang ukurannya lebih kecil dari normal dan permukaannya licin karena tidak tumbuhnya folikel sehingga proses reproduksi tidak berjalan sama sekali (Hardjopranjoto, 1995) dan sistik ovarium atau kista ovarium merupakan folikel yang tidak mengalami ovulasi yang akan bertambah banyak pada permukaan ovarium, hipofisa ovarium gagal melepaskan hormon LH dalam darah tetapi hormon FSH yang dihasilkan dalam darah cukup normal, sehingga terjadi pertumbuhan folikel yang tidak normal (Hermadi, 2015). Sebenrnya masih banyak lagi contoh frasa lainnya yang dapat anda pahami. Semoga bermanfaat.

You may also like