Belum Tahu Isi Perjanjian Salatiga? Baca Artikel Berikut

Isi Perjanjian Salatiga

Dalam memahami sejarah memang butuh beberapa fakta. Kita sedang tidak berbicara mengenai opini semata. Kaitan sejarah dengan fakta memang berhubungan erat. Apalagi kalau sudah membahas mengenai suatu kesepakatan. Dalam konteks sepakat ini, dikenalah sebuah nama ‘perjanjian’ yang mewarnai sebuah fakta dan pernyataan mengenai sejarah yang terjadi pada masa lalu.

Bahas – bahas mengenai perjanjian, perjanjian itu memang banyak sekali dalam sub category nya.  Biasanya suatu perjanjian bisa jadi itu adalah perjanjian damai. Perjanjian ini untuk mengakhiri segala bentuk tegang atau ketegangan yang terjadi dalam suatu masalah yang di hadapi oleh kelompok.

Nah, sekarang pembahasan mengenai perjanjian yang akan saya bahas adalah perjanjian salatiga. Lebih menjurus ke isi dari perjanjian salatiga tersebut. Sebelum lebih jauh mengenai perjanjian ini, akan saya ceritakan mengenai perjanjian salatiga. Untuk penjelasannya, setidaknya sedikit kamu harus tahu mengenai perjanjian ini. Jadi, Perjanjian Salatiga merupakan perjanjian yang membagi Surakarta menjadi dua bagian, yaitu Kasunanan dan Mangkunegaran. Perjanjian ini terjadi pada tahun 1755 M

Perjanjian Salatiga adalah perjanjian bersejarah yang ditandatangani pada tanggal 17 Maret 1757 di Salatiga. Perjanjian ini adalah penyelesaian dari serentetan pecahnya konflik perebutan kekuasaan yang mengakhiri Kesultanan Mataram. Dengan berat hati Hamengku Buwono I dan Paku Buwono III melepaskan beberapa wilayahnya untuk Raden Mas Said (Pangeran Sambernyawa). Ngawen di wilayah Yogyakarta dan sebagian Surakarta menjadi kekuasaan Pangeran Sambernyawa.

Isi Perjanjian Salatiga ini juga membuat Pangeran Sambernyawa mendapatkan separuh wilayah Surakarta (4000 karya, mencakup beberapa daerah yang sekarang salah satu dalam Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Karanganyar, eksklave di wilayah Yogyakarta i Ngawen dan menjadi penguasa Kadipaten Mangkunegaran memasang gelar Mangkunegara I.

Namun Penguasa dari wilayah Mangkunegaran tidak berhak mendapati gelar Sunan atau Sultan, dan hanya berhak atas gelar Pangeran Adipati .

Dengan kata lain bisa juga isi perjanjian salatiga ini adalah sebagai berikut ; Perjanjian salatiga ditandatangani oleh 4 kelompok yakni dari Kesultanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, VOC dan pihak Pangeran Sambernyawa.Isi Perjanjian Salatiga adalah dengan berat hati Pakubuwono III dan Hamengkubuwono I melepas beberapa wilayah sehabis itu diserahkan ke Pangeran Sambernyawa. Wilayah tersebut meliputi separuh wilayah Surakarta (kabwonogiri).

Nah, itulah merupakan isi perjanjian salatiga yang menyebabkan pecahnya wilayah surakarta. Mau belajar lebih lengkap? Kunjungi website tentang isi perjanjian di LEARNSEJARAH.COM

You may also like