7 Langkah Relaktasi yang Dapat Anda Lakukan Agar ASI Menjadi Lancar Kembali

Sistem menyusui tidak selamanya jalan mulus. Mungkin Bunda alami kendala, seperti terhentinya produksi Air Susu Ibu (ASI) sekalipun. Bila telah begini, aktivitas menyusui dapat berhenti sepanjang sekian waktu.

Tetapi, untuk busui mana juga yang berkemauan kuat untuk selalu menyusui, senantiasa ada peluang ke-2 : relaktasi!

 

7 Langkah Relaktasi yang Dapat Anda Lakukan Agar ASI Menjadi Lancar Kembali

Menyebabkan Keluarnya ASI

Berhentinya sistem menyusui yang tidak direncanakan dapat dikarenakan beragam argumen, umpamanya ibu yang perlu terpisah dari bayi untuk bekerja, rawat inap atau lain perihal. Stres dapat juga merubah aliran ASI. Disamping itu, ketentuan tidak untuk menyusui selekasnya sesudah bayi lahir ataupun berlangsung problem menyusui yang lain, dapat juga buat ASI berhenti mengalir. Yang perlu anda ketahui bahwa ASI tak kalah pentingnya dari mempersiapkan perlengkapan bayi baru lahir.

Lepas dari argumen yang melatarinya, aktivitas menyusui dapat diawali kembali dengan relaktasi. Arti relaktasi mengacu pada usaha supaya payudara yang semula berhenti menghasilkan ASI, bisa kembali keluarkan ASI.

Butuh diingat kalau usaha ini dapat membawa hasil yang berlainan pada setiap orang, hingga janganlah menginginkan hasil yang instan, usaha ini mungkin saja memerlukan saat sebagian minggu, bergantung pada aspek umur bayi, jeda saat berhenti menyusui, dan keadaan payudara ibu menyusui. Karna beberapa aspek itu, ASI yang keluar nanti tidak selamanya dapat dihandalkan untuk memenuhi keperluan bayi dengan penuh. Namun, relaktasi tetaplah bisa melindungi hubungan pada ibu serta bayi.

Beberapa langkah Relaktasi

Yuk, Bunda, kerjakan sebagian langkah relaktasi tersebut dengan yakin.

  1. Seringkali tempelkan puting bunda ke mulut bayi. Apabila dia ingin menempel serta menghisap, susui dia tiap-tiap dua jam sepanjang 15-20 menit. Tetapi, apabila Si Kecil belum juga tertarik, janganlah memaksa namun janganlah menyerah. Cobalah sekali lagi saat dia tampak suka ataupun mengantuk. Makin seringkali menyusui bayi dengan segera, jadi ASI juga akan makin mungkin saja untuk mengalir sekali lagi.
  2. Menyusui bayi pada malam hari. Hal semacam ini bisa punya pengaruh kuat pada produksi ASI.
    Kerjakan kontak kulit bayi dengan kulit bunda. Kontak ini dapat dikerjakan oleh ibu serta bayi dalam kondisi telanjang supaya sentuhan kulit berlangsung. Tempat yang dapat Bunda kerjakan, umpamanya dalam kondisi berbaring lantas menempatkan bayi diatas dada Bunda. Supaya tidak kedinginan, tutup dengan selimut.
  3. Berikan ASI pada puting sebelumnya menyusui. Apabila payudara telah dapat menghasilkan ASI, peras sedikit sebelumnya menyodorkan payudara ke bayi.
  4. Diantara saat menyusui, coba untuk memerah ASI. Memerah bisa dikerjakan dengan memakai pompa ataupun tangan. Aksi memerah payudara ini bisa merangsang payudara untuk menghasilkan ASI.
  5. Mengkonsumsi makanan atau suplemen yang tingkatkan produksi ASI. Suplemen dengan kandungan kelabat (fenugreek), seringkali dikatakan sebagai booster ASI.
  6. Memberi susu formula lewat tempat menyusui. Apabila ASI belum juga kunjung keluar serta bayi masih tetap menyusu dengan susu formula, Bunda bisa mengupayakan untuk memberi susu formula dengan tempat seperti menyusui dari payudara.
  7. Bersabarlah. Janganlah mengharapkan sistem ini memberi hasil yang instan. Si Kecil mungkin saja juga akan menampik untuk menyusui sepanjang 1-2 minggu sebelumnya ia kembali punya kebiasaan. Disamping itu, mungkin saja butuh sebagian minggu supaya supply ASI Bunda bertambah.

Apabila produksi ASI masih tetap belum juga baik, Bunda mungkin saja butuh lengkapi konsumsi gizi bayi dengan donor ASI, susu formula, atau makanan padat pendamping ASI bila bayi berumur lebih dari enam bln.. Disamping itu, begitu perlu untuk selalu memonitor kenaikan berat tubuh bayi untuk meyakinkan keperluan nutrisinya terpenuhi dengan baik

You may also like