Sejarah Jakarta

Kode Pos

Sejarah
Sejarah Jakarta dan Garis Waktu Jakarta

Nama saat ini berasal dari kata Jayakarta. Asal-usul kata ini bisa ditelusuri ke bahasa Jawa Kuno dan akhirnya ke bahasa Sanskerta; ?? jaya (menang)  dan ??? krta (dicapai, diperoleh),  dengan demikian “Jayakarta” diterjemahkan sebagai “akta kemenangan”, “tindakan lengkap”, atau “kemenangan penuh”.

Jakarta dijuluki Big Durian, tanaman berkepala dahsyat yang asli daerah ini,  karena kota ini terlihat setara dengan kota New York di AS (the Big Apple). Di era kolonial, kota ini juga dikenal sebagai Koningin van het Oosten (Ratu Timur), awalnya pada abad ke-17 karena keindahan kota di pusat kota di kanal-kanal Batavia, rumah-rumah mewah dan tata letak kota yang dipesan.  Setelah berkembang ke selatan pada abad ke-19, julukan ini semakin dikaitkan dengan daerah pinggiran kota (misalnya Menteng dan daerah sekitar Merdeka Square), dengan jalur yang lebar, banyak ruang hijau dan vila.

Informasi lebih lanjut: Sunda Kelapa

Prasasti Tugu abad ke-5 ditemukan di kawasan Tugu, Jakarta Utara
Daerah di dalam dan sekitar Jakarta modern adalah bagian dari kerajaan Sunda abad ke empat Tarumanagara, salah satu kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Setelah turunnya Tarumanagara, wilayahnya, termasuk wilayah Jakarta, menjadi bagian dari Kerajaan Sunda Hindu. Dari pelabuhan Sunda ke 7 sampai awal abad ke 13 berada dalam lingkup pengaruh kerajaan maritim Sriwijaya. Menurut sumber China, Chu-fan-chi, yang ditulis sekitar tahun 1225, Chou Ju-kua yang dilaporkan pada awal abad ke 13 Sriwijaya masih memerintah Sumatera, semenanjung Melayu dan Jawa barat (Sunda). Sumber tersebut melaporkan pelabuhan Sunda sebagai strategi dan berkembang, lada dari Sunda termasuk yang terbaik dalam kualitasnya. Orang-orang bekerja di bidang pertanian dan rumah mereka dibangun di atas tumpukan kayu. Kawasan pelabuhan dikenal sebagai Sunda Kelapa (Sunda Kelapa) dan pada abad ke-14, pelabuhan ini merupakan pelabuhan perdagangan utama kerajaan Sunda.

Armada Eropa pertama, empat kapal Portugis dari Malaka, tiba pada tahun 1513 ketika orang-orang Portugis mencari rute rempah-rempah.Kerajaan Hindu Sunda membuat perjanjian aliansi dengan Portugal dengan membiarkan Portugis membangun sebuah pelabuhan pada tahun 1522 untuk membela diri dari meningkatnya kekuatan Kesultanan Islam Demak dari Jawa Tengah. Pada tahun 1527, Fatahillah, seorang jenderal Jawa dari Demak menyerang dan menaklukkan Sunda Kelapa, mengusir orang Portugis. Sunda Kelapa berganti nama menjadi Jayakarta,  dan menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Banten yang menjadi pusat perdagangan utama Asia Tenggara.

Melalui hubungan dengan Pangeran Jayawikarta dari Kesultanan Banten, kapal-kapal Belanda tiba di Jayakarta pada tahun 1596. Pada tahun 1602, pelayaran pertama Pelaut Inggris East India Company, yang diperintahkan oleh Sir James Lancaster, tiba di Aceh dan berlayar ke Banten dimana mereka diizinkan untuk membangun sebuah pos perdagangan Situs ini menjadi pusat perdagangan bahasa Inggris di Indonesia sampai tahun 1682.

Jayawikarta diperkirakan telah melakukan hubungan dagang dengan pedagang Inggris, saingan Belanda, dengan mengizinkan mereka membangun rumah di seberang gedung-gedung Belanda pada tahun 1615.

Kode Pos Desa

You may also like